p
I’m obsesed with minimalist, accessible, and high performence WordPress theme. It’s the fiture of My own WordPress theme framework.
Sekarang saya banyak menggunakan framework Headway, dan Canvas (dulunya thesis, tapi karna debate tentang GPL belakangan, jadi saya pindah Canvas dulu biar aman :D)
Tapi dari sekian banyak framework yang saya jajal, semua memiliki cacat yang sama, yaitu : dibuat dengan concern flexibility! Dan itu berlaku untuk semuanya. Dari yang gratis, paling murah, sampe paling mahal. Dan dengan fokus pada flexibility, semua developer dari merek-merek kenamaan ini melupakan Performance meter. Whicis realy mather to me!
FleksibilitasĀ dan Ease of Use memang bisa dibilang segalanya, when it comes to framework standard. Tapi benarkah sebagai framework developer kita harus melupakan performance? jQuery hampir bisa mereplace fungsi asli javascrip menurt saya secara pribadi, tapi mereka membuat framewok itu supper ringan kan? Code Igniter juga begitu, PHP lighweight yang hampir memiliki semua firure yang dibutuhkan PHP dev.
So what’s the point? Framework theme are SHIT! unlease you know how to improve the performance of it! That’s all!
Continue Reading »
p
Ini nggak tau gimana ceritanya. Dan nggak tau khusus framework Headway aja apa berlaku buat semua framework, blom dites juga.
Kalo suatu element menginherit ke element laen, dia harus ditulis div-dnya. atau kalo nggak mau itulis div, harus di inheritkan ke element sebelumnya. Contohnya gini :
Kita mau kasih style ke element dengan id header. Dan element itu ada dibawah wrapper. pilihan nulisnya ada dua.
body.custom div#header {/*style mu tulis disini */}
atau
body.custom #wrapper #header {/*style mu tulis disini*/}
Blom ngetes framework laen. Tapi yang jelas kalo headway begitu nulisnya. Dan ini versi 1.7 beta 1 (Developer mode enable, Header fixed mode enable). ke current versionnya juga blom jajal.
Personal comment : “anjrit! ngeselin gillla…” Seandainya mau style H1 didalem header, dengan skenario yang sama kayak diatas, berarti harus nulis
body.custom #wrapper #header h1 {}
gitu? ZZZzzZZZzzZZZ….
gimana kalo didalem h1 ada href dan span? Ke laut kita.. :lol:
Sekain dan terimakasih. Wassalam
p
When You don’t know what to do, or don’t know what to say. Just smile :) – By : One of If I can dream episodes
p
Karna kalo kita nulis sesuatu, atau kita ngomong sesuatu, tujuan utama kita kan didenger. Kalo bener kita mau didenger, idealnya kita juga menginginkan adanya interaksi! jadi selain kita bicara, kita mau didenger, dan dikomentari, atau dikasih tau pendapat dari lawan komunikasi kita. Bener dong yah?
Nah kondisi seperti itu (bicara, didenger, ditanggapi) lebih gampang dicapai di Facebook atau Twitter, ketimbang blog pribadi. Why?
Continue Reading »